latest articles
Selasa, 05 Februari 2013
DISTENCE IS NOT BARRIER
Ini kisah, kisah cinta yang jarak tak menjadi penghalang diantara sepasang
kekasih untuk memadu kasih. "DISTENCE IS NOT BARRIER". Jarak 70km,yang
jauh bila dibayangkan. Namun dengan adanya kepercayaan dan komitmen jarak
itu tak jadi masalah untuk ditempuh, walaupun hujan dan panas.semuanya
ditempuh untuk seorang yang terkasih,yang tercinta,dan yang tersayang.
Read more
Tips Touring
Touring merupakan aktivitas kegemaran para biker yang dilakukan pada
waktu-waktu tertentu, touring dilakukan oleh sejumlah biker menuju
tempat tujuan yang biasanya telah disepakati. Istilah touring lebih
famili dengan pulang kampung (karena mahir blogging melakukan jika
pulang kampong), namun sebelum touring tersebut dilakukan ada beberapa
hal harus dipersiapkan untuk keamanan dan kenyamanan berkendaraan,
karena touring biasanya dilakukan dengan kendaraan sepeda motor.
Persiapan toursing tersebut adalah wajib karena perjalanan yang akan ditempuh bukanlah jarak yang dekat melainkan memakan waktu dan tenaga serta kendaraan yang ready to go, dengan kondisi jalan yang padat, dan beresiko besar jika persiapan tidak diperhatikan, serta pemilihan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan agar biaya dan waktu lebih hemat dan selamat juga perlu diperhatikan.
Berikut Tip Touring Motor yang biasanya biker praktikkan.
Pertama, persiapan pada sepeda motor sebagai senjata utama menumpuh tempat tujuan dengan cara cek segala spare part motor pastikan dalam kondisi aman baik dari lampu depan, rem lamp, sign lamp dan roda serta baut terbaut dengan kuat, karena kita akan saling bersimpangan dengan kendaraan lain yang menimbulkan tekanan udara.
Kedua, persiapan yang seblumnya kita lakukan pada spare part luar mesin, pada tahap selanjutnya lakukan service motor, check kesiapan pada mesin minimal pengapian busi apakah masih stabil atau tidak dan oli mesin sebagai pelumas dan terpenting.
Ketiga, gunakan motor yang yang irit atau bertangki besar yang lebih di kenal dengan motor sport, jika ingin menggunakan motor matic saya sarankan menggunakan motor matic injeksi irit harga murah mio j karena mesin yang kuat dan cepat juga irit bahan bakar.
Keempat, waktu yang tepat, penulis sendiri biasanya melakukan touring pada malam hari karena malam hari lebih bebas hambatan dan para pengguna jalan lebih jelas dengan lampu yang dinyalakan, selain itu perjalan pada malam hari lebih cepat.
Kelima, tetap dengan teman-teman touring kita atau kekompakan, jangan saling balapan atau mendahului, apalagi saling menyalip karena akibatnya fatal dan lebih baik kita melakukan perjalanan sendiri.
Mudah-mudahan Tips Touring sederhana ini dapat memberikan pengalaman baru perjalanan kita, jika ada tips yang lain mari sama-sama di share, agar perjalanan lebih nyaman dan selamat pada destinasi.
Pengalaman selama di Mikael
Berawal dari awal masuk pertama di Mikael.
Saya dahulu tidak menyangka dapat di terima di sekolah ini. Sangat senang sekali rasanya dapat diterima di SMK Mikael Surakarta yang terkenal dengan sekolah tekniknya. Setelah resmi menjadi siswa di Mikael, pertama-tama kami di MOS dahulu atau Masa Orientasi Sekolah. Di kegiatan itu kami di kenalkan pada sekolah ini. Kegiatan MOS ini dilaksanakan selama 3 hari lamanya, dan dimulai pada pukul 5 pagi hingga jam 8 malam. Saya sangat senang dengan diadakannya kegitan ini, kami menjadi tahu sama lain, walaupun hanya satu regu saja. Terima kasih sekali kepada kakak-kakak OSIS yang telah membimbing kami selama MOS itu.
Kelas X.
Kelas X ini adalah awal dari perjuangan kami sekolah di Mikael. Di tingkat ini say diajarkan praktek mengikir, membubut, dan mengelas. Praktek mengikir adalah praktek dasar yang mengajarkan kami tentang kesabaran, ketekunan, kekuatan, dan melatih filling yang kami miliki. Membubut ialah proses pembuatan benda yang berbentuk silindris dengan menggunakan mesin bubut. Dan mengelas adalah proses menyambung beberapa benda menjadi satu mengunakan mesin las. Dari praktek tersebut, saya menyukai praktek mengikir atau bench work (kerja bangku), karena praktek ini menyenangkan walaupun membuat capai juga. Di tingkat ini pula adalah tempat penentuan tidak cocoknya kami sekolah di SMK Mikael, dimana jika kita tidak naik kelas maka kita harus DO atau Drop Out.
Kelas XI
Setelah saya dinyatakan naik kelas dari kelas X, saya berarti masih diperbolehkan sekolah di sini. Di kelas XI ini, kelasnya diacak lagi, supaya kami juga dapat mengetahui teman satu angkatan tidak hanya mengenal teman satu kelas saja. Saya di kelas XI mengambil jurusan teknik mesin, karena saya lebih suka dengan praktek dimesin dari pada praktek gambar. Di kelas XI ini saya dikenalkan juga dengan mesin milling atau biasa disebut dengan mesin frais, mesin gerinda, dan juga praktek kerja industri yang bisa disebut dengan prakerin.
Kelas XII
Ini adalah tingkat terakhir saya disekolah ini, dimana tempat penentuanku berada di Mikael. Di kelas XII ini saya belajar lebih sungguh-sungguh lagi dari tahun-tahun sebelumnya, karena di tingkat ini saya akan menghadapi banyak ujian, mulai dari ujian praktek produktif, ujian BNSP, ujian praktek produktif adaptif, ujian sekolah, dan ujian nasional. Sampai saat ini saya sudah melewati 2 ujian yaitu : ujian praktek produktif dan ujian praktek BNSP. Dan sebentar lagi saya akan melewati ujian yang lainnya. Semoga ujian selanjutnya dapat terselesaikan dengan baik dan mendapatkan nilai yang memuaskan, supaya saya dapat lulus dari SMK Mikael dengan rasa yang sangat bangga.
Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman yang saya dapat selama bersekolah di Mikael. Setelah saya lulus dari sekolah ini saya akan melanjutkan ke perguruan tinggi yang saya inginkan. Saya akan selalu membanggakan sekolah ini dan menjaga nama baik sekolah ini. Karena dengan bersekolah disini saya dapat mewujudkan cita-cita saya, yaitu menjadi orang yang sukses di bidang teknik seperti paman saya.
Read more
Saya dahulu tidak menyangka dapat di terima di sekolah ini. Sangat senang sekali rasanya dapat diterima di SMK Mikael Surakarta yang terkenal dengan sekolah tekniknya. Setelah resmi menjadi siswa di Mikael, pertama-tama kami di MOS dahulu atau Masa Orientasi Sekolah. Di kegiatan itu kami di kenalkan pada sekolah ini. Kegiatan MOS ini dilaksanakan selama 3 hari lamanya, dan dimulai pada pukul 5 pagi hingga jam 8 malam. Saya sangat senang dengan diadakannya kegitan ini, kami menjadi tahu sama lain, walaupun hanya satu regu saja. Terima kasih sekali kepada kakak-kakak OSIS yang telah membimbing kami selama MOS itu.
Kelas X.
Kelas X ini adalah awal dari perjuangan kami sekolah di Mikael. Di tingkat ini say diajarkan praktek mengikir, membubut, dan mengelas. Praktek mengikir adalah praktek dasar yang mengajarkan kami tentang kesabaran, ketekunan, kekuatan, dan melatih filling yang kami miliki. Membubut ialah proses pembuatan benda yang berbentuk silindris dengan menggunakan mesin bubut. Dan mengelas adalah proses menyambung beberapa benda menjadi satu mengunakan mesin las. Dari praktek tersebut, saya menyukai praktek mengikir atau bench work (kerja bangku), karena praktek ini menyenangkan walaupun membuat capai juga. Di tingkat ini pula adalah tempat penentuan tidak cocoknya kami sekolah di SMK Mikael, dimana jika kita tidak naik kelas maka kita harus DO atau Drop Out.
Kelas XI
Setelah saya dinyatakan naik kelas dari kelas X, saya berarti masih diperbolehkan sekolah di sini. Di kelas XI ini, kelasnya diacak lagi, supaya kami juga dapat mengetahui teman satu angkatan tidak hanya mengenal teman satu kelas saja. Saya di kelas XI mengambil jurusan teknik mesin, karena saya lebih suka dengan praktek dimesin dari pada praktek gambar. Di kelas XI ini saya dikenalkan juga dengan mesin milling atau biasa disebut dengan mesin frais, mesin gerinda, dan juga praktek kerja industri yang bisa disebut dengan prakerin.
Kelas XII
Ini adalah tingkat terakhir saya disekolah ini, dimana tempat penentuanku berada di Mikael. Di kelas XII ini saya belajar lebih sungguh-sungguh lagi dari tahun-tahun sebelumnya, karena di tingkat ini saya akan menghadapi banyak ujian, mulai dari ujian praktek produktif, ujian BNSP, ujian praktek produktif adaptif, ujian sekolah, dan ujian nasional. Sampai saat ini saya sudah melewati 2 ujian yaitu : ujian praktek produktif dan ujian praktek BNSP. Dan sebentar lagi saya akan melewati ujian yang lainnya. Semoga ujian selanjutnya dapat terselesaikan dengan baik dan mendapatkan nilai yang memuaskan, supaya saya dapat lulus dari SMK Mikael dengan rasa yang sangat bangga.
Saya tidak akan pernah melupakan pengalaman yang saya dapat selama bersekolah di Mikael. Setelah saya lulus dari sekolah ini saya akan melanjutkan ke perguruan tinggi yang saya inginkan. Saya akan selalu membanggakan sekolah ini dan menjaga nama baik sekolah ini. Karena dengan bersekolah disini saya dapat mewujudkan cita-cita saya, yaitu menjadi orang yang sukses di bidang teknik seperti paman saya.
Kucing Hutan
Leopard Cat
|
||||||||||||||
Scientific classification
|
||||||||||||||
|
Blacan atau dikenal juga dengan berbagai nama daerah
seperti meong congkok, macan akar, macan rembah, macan rembang, atau
mungkin masih ada yang lainnya merupakan ras kucing hutan
yang saat ini termasuk satwa yang dilindungi di Indonesia.
Dalam bahasa Inggris, kucing liar ini disebut Asian
Leopard Cats atau biasa di singkat ALC karena corak bulunya yang
menyerupai macan tutul. Kucing hutan ini masuk dalam genus Prionailurus
dan spesies Prionailurus Bengalensis (P.B). Terdapat 3 jenis
kucing hutan yang hidup di Indonesia yaitu sub spesies
P.B Javanensis penyebarannya di jawa-Bali, P.B Sumatranus
di Sumatra, dan P.B Borneoensis di Kalimantan.
Kucing ini termasuk hewan yang aktif di malam hari (nocturnal) untuk
mencari buruan. Makanan kucing hutan ini berupa
hewan-hewan kecil seperti tikus, kelinci, burung, serangga, dan amphibi.
Kucing ini memiliki kemampuan memanjat yang sangat hebat. Selain itu,
kucing ini juga dapat berenang.
Ukuran tubuh kucing hutan kurang lebih sama dengan ukuran kucing
domestik. Yang membedakan kucing hutan dengan kucing domestik dalam
penampilannya adalah corak bulu dan warnanya. Untuk blacan yang
berkembang di Indonesia cenderung berwarna dasar kuning kecokelatan
dengan belang-belang hitam dari kepala hingga tengkuk. Sedangkan corak
bulu pada bagian tubuh biasanya tutul tutul kayak macan tutul..
Oleh CITES (Convention on
International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora),
Blacan dimasukan ke dalam Apendiks II kecuali untuk Blacan/kucing
hutan yang berkembang di Bangladesh, India dan Thailand yang dimasukkan
dalam daftar Apendiks I.
Dan
oleh IUCN (
International Union for the Conservation of Nature and Natural
Resources.) Red List, Blacan dimasukan ke dalam status konservasi
Least Concern
(Resiko Rendah) kecuali untuk subspesies P. b. iriomotensis yang
berstatuskan Endangered (Terancam).
Meskipun kucing ini merupakan hewan yang dilindungi, ternyata di sebuah
situs online saya dapati orang yang jual kucing hutan. Harga
kucing hutan yang dibanderol adalah 300 ribuan.
Sejarah Sepeda Downhill di Dunia
Sekitar tahun 70-an, beberapa bukit di
Utara San Francisco, Amerika Serikat, selalu diramaikan dengan raungan
sepeda motor. Sejumlah remaja memilih lereng gunung sebagai arena
kebut-kebutan. Salah satu tempat favorit mereka adalah Mount
Tamalpais.Bagi para pengebut ini, kenikmatan yang diperoleh saat melaju
menuruni lereng bukit berbeda dengan saat berpacu di sirkuit motor.
Semakin hari penggemar kebut lereng ini semakin banyak. Pemerintah
setempat mulai cemas, karena selain menimbulkan kebisingan, kegiatan ini
juga menyebabkan erosi dan merusak persediaan air tanah di perbukitan
itu. Dengan berbagai pertimbangan tersebut, akhirnya pemerintah San
Francisco melarang kegiatan kebut lereng ini. Larangan itulah yang
kemudian menjadi cikal bakal olah raga sepeda gunung atau mountain bike.
Karena sudah terlanjur ketagihan, para
pengebut ini mencari jalan lain agar tetap bisa meluncur menuruni bukit,
tanpa harus melanggar larangan pemerintah setempat. Akhirnya mereka
memilih sepeda. Untuk menghemat waktu dan supaya tidak terlalu
meletihkan, ketika menaiki bukit sepeda diangkut dengan mobil pick-up
atau truck. Dari puncak bukit, sepeda kemudian ditunggangi menuruni
bukit melalui medan yang unik dan mengasyikan. Kegiatan semacam ini
mereka namakan downhill (turun bukit). Pada awalnya berbagai macam
sepeda diikutsertakan, tetapi karena medannya cukup berat, banyak sepeda
yang menjadi korban dan hancur, sehingga tidak bisa dipakai lagi.
Sepeda yang cocok untuk kegiatan semacam ini adalah sepeda yang kuat dan
memiliki tapak ban yang lebih lebar dibandingkan ban sepeda biasa.
Satu-satunya sepeda yang memenuhi persyaratan itu adalah sepeda Schwinn
Excelsior. Sepeda yang sebenarnya sudah diproduksi sejak tahun 1933 ini
menggunakan konstruksi yang sederhana tapi kokoh penampilannya.
Perancangnya adalah Ignaz Schwinn, seorang imigran dari Jerman.
Desainnya yang sederhana sangat disukai oleh para loper koran. Pada saat
itu, hampir semua loper koran di Amerika menggunakan sepeda Schwinn.
Kemudian bermunculan sepeda-sepeda yang lebih canggih, menawarkan gigi percepatan dan body yang lebih ringan. Excelsior mulai tergeser. Anak-anak muda lebih menyukai sepeda BMX dan semacamnya. Tahun 1941, produksi Excelsior dihentikan. Setengah abad kemudian, sepeda Excelsior mulai dilirik kembali. Tetapi muncul masalah, ketika menuruni bukit, rem Excelsior sering mengalami over heating. Pemilik sepeda harus membuka rumah rem dan mengganti gemuk / stempet yang sudah mencair dengan yang baru. Masalah lain, banyak para pesepeda merasa bukan pesepeda sejati dan kurang sreg dengan pengangkutan sepeda menggunakan kendaraan lain ke atas bukit. Gary Fischer, seorang pesepeda downhill mania, kemudian memasang gigi percepatan, sehingga sepedanya bisa naik ke atas bukit tanpa harus menggunakan kendaraan lain. Downhill mania lainnya, Joe Breeze dari California, merancang body sepeda khusus untuk naik turun gunung. Dua pesepeda inilah yang melahirkan sepeda gunung generasi pertama.
Kemudian bermunculan sepeda-sepeda yang lebih canggih, menawarkan gigi percepatan dan body yang lebih ringan. Excelsior mulai tergeser. Anak-anak muda lebih menyukai sepeda BMX dan semacamnya. Tahun 1941, produksi Excelsior dihentikan. Setengah abad kemudian, sepeda Excelsior mulai dilirik kembali. Tetapi muncul masalah, ketika menuruni bukit, rem Excelsior sering mengalami over heating. Pemilik sepeda harus membuka rumah rem dan mengganti gemuk / stempet yang sudah mencair dengan yang baru. Masalah lain, banyak para pesepeda merasa bukan pesepeda sejati dan kurang sreg dengan pengangkutan sepeda menggunakan kendaraan lain ke atas bukit. Gary Fischer, seorang pesepeda downhill mania, kemudian memasang gigi percepatan, sehingga sepedanya bisa naik ke atas bukit tanpa harus menggunakan kendaraan lain. Downhill mania lainnya, Joe Breeze dari California, merancang body sepeda khusus untuk naik turun gunung. Dua pesepeda inilah yang melahirkan sepeda gunung generasi pertama.
Langganan:
Komentar (Atom)










